Kenali Gejala Awal Difteri Untuk Lakukan Penanganan Sedini Mungkin


Difteri merupakan penyakit yang dikategorian berbahaya bersifat sangat mudah menular dan dapat berakibat fatal dan berujung pada kematian. Dalam beberapa tahun terakhir penyakit difteri menjadi perhatian serius pemerintah. Karena sejumlah masyarakat Indonesia  mulai terserang penyakit ini. Pada umumnya difteri menyerang balita dan anak usia 1 sampai dengan 9 tahun, namun juga tidak sedikit yang menyerang bayi, remaja, bahkan orang dewasa sekalipun.

Yang diserang oleh penyakit ini adalah saluran pernapasan, pada bagian hidung dan tenggorokan. Di samping itu juga dapat mengancam kesehatan kulit hingga dapat menyebabkan kerusakan saraf dan jantung.

Sebagai orang tua Anda perlu mengenali tanda-tanda, ciri, atau gejala penyakit difteri sehingga bisa segera dilakukan upaya penanganan sedini mungkin. Berikut adalah beberapa gejala dasar penyakit difteri.

Sakit tenggorokan
Tanda pertama jika terkena difteri adalah mengalami sakit pada tenggorokannya. Sakit tenggorokan ini berakibat merasakan nyeri saat menelan makanan. Kendati demikian tidak semua sakit tenggorokan menjadi alarm kemunculan difteri. Jadi segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui demam yang diderita.

Muncul selaput berwarna putih abu-abu pada tenggorokan dan amandel
Gejala selanjutnya yang paling umum adalah Anda akan menemukan selaput tebal berwarna putih atau abu-abu pada tenggorokn dan amandel. Selaput ini dinamakan selaput pseudomembran. Selaptu tersebut terbentuk dari tumpukan sel-sel yang mati karena dirusak oleh racun difteri. Bahkan juga dapat muncul pada rongga hidung. Karena selaput ini memiliki sifat yang lekat dengan jaringan yang ada di bawahnya maka jika dikelupas akan berdarah.

Demam
Gejala yang paling mudah dikenali adalalah mengalami demam. Panasnya tidak terlalu tinggi namun terkadang disertai dengan menggigil.

Leher menjadi bengkak
Pembengkakan pada leher merupaka akibat dari pembengkakan yang terjadi pada limfa atau kelenjar getah bening. Jadi di samping merasakan nyeri pada saat menelan juga disertai dengan leher bengkak.

Sulit bernafas, suara menjadi serak
Gejala selanjutnya yaitu terjadi perubahan suara disertai dengan kesulitan bernapas. Bagi yang terkena difteri sering mengeluarkan suara seperti mengorok. Ini akibat dari terjadinya penyempitan saluran pernapasan. Di samping itu juga mengalami batuk keras yakni batuk yang menimbulkan rasa nyeri.

Jantung berdebar tidak teratur
Gejala yang terakhir yakni perubahan detak jantung menjadi tak menentu. Hal ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri difteri terbawa oleh darah dan mengganggu kerja jantung.

Jika Anda menemukan tanda-tanda di atas sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui kejelasan akan penyakit yang tengah mengancam. Sayangi anak, keluarga, dan kerabat terdekat Anda dengan selalu waspada terhadap munculnya gelaja-gejala penyakit tersebut.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya.
Previous
Next Post »